Zero Volume

life silent talks

  • Introduction of Novelia
  • Facebook
  • Twitter
  • Formspring
  • Linked In
    • Edit
    • Delete
    • Tags
    • Autopost

    Perpustakaan UI (1)

    Beberapa hari yang lalu saat saya berjalan dari kober menuju kampus di pagi hari, saya menemukan ini di Stasiun UI.

    Demo

    Kemudian saya tertarik untuk menyimaknya dan akhirnya membuat saya senyum-senyum sendiri di jalan menuju FISIP.

    Saya, bukannya mau membela petinggi, adalah salah satu orang yang pro dengan pembangunan Perpustakaan UI yang baru dalam hal kemanfaatannya. Kalau dibilang merusak nama UI sebagai kampus rakyat, hemat saya pikir sesuatu yang dimiliki rakyat tidak seharusnya selalu diidentikkan dengan hal-hal sederhana atau kalau mau memasukkan majas sarkasme, saya akan bilang itu 'kampung'. Toh jaman sudah modern, mahasiswa juga butuh sesuatu yang terus berkembang.

    Universitas Indonesia adalah salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang menyaring mahasiswa lewat kemampuan otak. Bukannya sombong, tapi mahasiswa UI bisa dibilang sebagai para calon penggegam tampuk perkembangan bangsa. Saya pikir wajar saja kalau kita-kita ini diberikan fasilitas yang sebanding. Dan menurut saya pembangunan perpustakaan tersebut bukanlah proyek yang terlalu berlebihan. Jujur saja, setidaksetuju apapun orang-orang yang tidak setuju akan proyek ini (bahasanya kacau, sorry -,-), pasti ujung-ujungnya -terpaksa ataupun tidak- akan menggunakan fasilitas ini juga. Tidak pakai munafik ya. Kalau menurut saya kita butuh berbangga karena memilikinya.

    Kalau persoalan akan mungkin mengurangi kesejahteraan mahasiswa yang buku-buku perpustakaannya dipindahkan ke sini. Aduh, saya pikir ini keberatan macam apa ya? Masalahnya kan cuma dipindahkan ya, bukan dibuang atau dibakar begitu? Apa salahnya jalan sedikit melebar Perpustakaan Pusat baru ini guna mencari buku yang dimaksud? Mungkin bagus untuk sekalian berolahraga hehe :)

    Saya cuma ingin menyampaikan pikiran saya bahwasanya suatu kemegahan dan kemewahan yang tampak di mata itu tidak melulu dapat menghapuskan jiwa humanis kita. Jika kemegahan tersebut hanya bermaksud menambah kenyamanan kita, apalagi dalam hal kewajiban mahasiswa sendiri; belajar, apa sih yang salah sebenarnya. Kalau kalian pikir ini akan mubazir, memang seharusnya untuk apa sih uang yang terkumpul dari bayaran kita selama ini? Untuk dibalikkin lagi ke kita? Yang pasti kalau untuk fasilitas sih saya mendukung saja, tapi lain lagi kalau masalah pohon-pohon besar yang ga jelas itu hehe. Anyone? :)

    • 27 May 2011
    • Views
    • Permalink
    • Tweet
    • 0 responses
    • Like
    • Comment
  • Novelia Suhartono's Space

    S1 Advertising UI 09
    @novelianoel

  • About Novelia Suhartono

    S1 Advertising UI 09
    @novelianoel

  • Subscribe via RSS

    Archive

    2011 (21)
    July (4)
    June (1)
    May (6)
    April (4)
    March (1)
    February (2)
    January (3)
    2010 (9)
    December (1)
    November (1)
    October (2)
    August (3)
    May (2)
    2009 (2)
    July (2)
  • Follow Me

Theme created for Posterous by Obox